Gunung Anak Krakatau kembali erupsi, masyarakat diminta waspada
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali erupsi, Selasa (8/9/2026). Erupsi terjadi sehari setelah aktivitas gunung api tersebut sempat dinyatakan mereda.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat untuk waspada
Berdasarkan informasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau hingga pukul 15.30 WIB, gunung api tersebut tercatat kembali mengalami beberapa letusan singkat, Selasa (8/9/2026).
Letusan berlangsung dengan durasi sekitar 10 hingga 17 detik. Sementara itu, amplitudo maksimum yang tercatat mencapai 44-55 milimeter.
Meski aktivitas erupsi kali ini tidak setinggi yang terjadi, Sabtu (5/9/2026), masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.
Pada erupsi tersebut, getaran akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau dilaporkan terasa hingga sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, Banten. Kondisi tersebut sempat memicu kepanikan warga.
Berdasarkan pantauan, menunjukkan sejumlah petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bersama Danrem 0604/Maulana Yusuf Serang melakukan koordinasi di Pos Pemantauan Gunung Api Anak Krakatau di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten.
Kembalinya erupsi menunjukkan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau belum sepenuhnya berhenti.
Selain letusan, material abu vulkanik juga masih berpotensi keluar dan terbawa angin ke wilayah sekitar.